cerita seks bu rita guru matematikaku binal

cerita seks bu rita guru matematikaku binal

cerita seks bu rita guru matematikaku binal

Cerita Sex Bokep : Kisah Nyata | Cerita Dewasa | Cerita Sex | Cerita Terbaru | Cerita Hot :

Tempat berbagi Cerita & Foto Sex, Dewasa, ABG, HOT, Tips Bercinta : cerita seks bu rita guru matematikaku yang binal Bagaimana aku bisa mendapat nilai yang bagus kalau gurunya seperti itu ?. Setiap kali pelajarannya secara tidak sadar mataku terus menjurus ke arah dua buah gundukan yang empuk itu. Tiap kali ia bergerak, bergerak juga buah – buah ranum itu, mencegahku memperhatikan pelajaran yang ia sampaikan. Alhasil nilaiku dalam pelajaran matematika tak pernah lebih dari 50.

cerita seks bu rita guru matematikaku binal

Pada suatu hari di akhir pelajaran guru yang bernama Risa, guru muda berambut pendek lurus dan berdada besar yang selalu sukses membuatku bergairah setiap pelajarannya, ia menyuruhku untuk menemuinya saat jam sekolah berakhir di kantor guru dengan alasan untuk mendiskusikan nilai pelajaranku yang jeblok itu.

Di kantor guru yang entah kenapa hari ini cukup sepi dengan hanya 3 atau 4 orang guru yang tersisa itu Bu Risa duduk sendirian di pojok ruangan sambil membaca sebuah buku. Aku dipersilahkannya duduk didepannya. “anzeng… pucuk dicinta ulam pun tiba” pikirku dalam hati. Posisi yang kutempati sekarang membuatku dapat melihat dengan jelas sosok cantik bu Risa. Kulit yang putih merona, rambut hitam yang dipotong pendek, dan yang paling penting baju putihnya yang dari tadi pagi ditutupi jas itu tidak dapat lagi menutupi keindahan buah dadanya.

“kamu liat apa ?” kata bu Risa ketus.

“Ah.. enggak bu.”

“Kamu tau kan kenapa kok dipanggil kesini ?”

Untuk pelajaran tambahan … hahaha..

Meskipun bukan seperti yang kuharapkan tetapi bu Risa adalah orang yang baik, ia dengan serius mengkhawatirkan soal nilai matematikaku dan mengusulkan padaku untuk les privat dirumahnya.

“Mulai kapan bu ?”

“Sekarang boleh kok..”

Huh… sekarang, boleh juga tuh doain aja Bu Risa tinggal sendirian Amiiin.

Hari mulai sore saat kami berangkat menuju rumah Bu Risa yang tidak jauh dari sekolah, dan benar seperti dugaanku Bu Risa tinggal sendirian di kos kosan yang sepi.

“Kamu duduk dulu saja, aku mau ganti baju dulu” Bu Risa kemudian masuk ke dalam

kamarnya dan tak lama kemudian pemandangan yang sangat mencengangkan muncul, baju kutungan yang hanya menyembunyikan sedikit kulitnya dan sebuah celana pendek di titik ini aku mulai merasa curiga..

“Eh.. Bu.. kok pakai baju seperti itu ?” Aku bertanya dengan se sopan mungkin sambil menyembunyikan mr Pku yang sudah melejit di bawah sana

“Hmmm kenapa yaa…” Jawab Bu Risa menggoda “kan kalau anak laki – laki sukanya yang begini, jadi mungkin aja pelajarannya bisa lebih masuk”

Akhirnya setelah menelan ludah banyak – banyak pelajaran spesial dimulai. Setengah jam telah berlalu namun tak ada kemajuan yang berarti dan malah frekuensi lirikanku semakin tinggi

“Tunggu sebentar ya..” Bu Risa kembali masuk ke kamarnya, kali ini memakan waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Sekitar 15 menit berlalu dan Bu Risa keluar dengan mengenakan jaket tebal menutupi seluruh badannya.

“Eh bu kenapa ?”

“Sudah.. nanti kamu tahu kok..” sekali lagi jawabannya dengan suara yang menggairahkan

Bu Risa kini menunjuk ke sebuah soal dan menyuruhku untuk mengerjakannya, tetapi apalah daya aku tetap tidak dapat mengerjakannya sama sekali

“Hng hng.. untuk waktu inilah aku pakai jaket !” Kata Bu Risa dengan suara ceria layaknya anak – anak

Dalam sekejab Bu Risa membuka jaketnya dan menunjukkan tulisan – tulisan yang tertera di kulitnya. “aku lihat dari tadi kamu ngeliatin kulitku terus sih, jadi kupikir ini lebih efektif.” Apa yang dipikirkan guru satu ini benar – benar tidak dapat kuprediksi, mungkin saja di hanyalah orang bodoh atau dia benar benar sengaja untuk melakukannya. Bu Risa menunjuk nunjuk sambil sesekali menekan nekan bagian tubuhnya yang ditulisi angka – angka dan rumus rumus sambil menjelaskannya.

“nah sekarang kamu coba kerjakan soal yang itu”

Penjelasan yang barusan itu entah kenapa membuatku lebih mudah paham dan alhasil aku dapat menemukan jawabannya dalam waktu yang singkat. Mungkinkah aku seorang jenius?

“Nah itu bisa..”

“Iya bu, tapi sekarang ini yang tidak bisa” Aku memberanikan jiwa ku untuk mengatakannya sambil menunjuk ke arah adikku dibawah sana.

“Wuih besar banget..” kata – kata yang sangat mengejutkan keluar dari mulutnya “Tapi ada syaratnya, kalau kamu bisa menjawab semua
pertanyaan disitu nanti aku kasih ha – di -ah” Sekarang bukan hanya suaranya saja yang menggoda kini dia juga menunjuk – nunjuk buah dadanya yang cukup besar itu.

Kata – kata itu sangat memotivasi diriku, dengan mudah aku dapat mengerjakan soal itu dalam waktu yang singkat sampai – sampai aku sendiri berpikir bahwa aku adalah orang yang jenius, hahaha.

“Heee hebat – hebat benar semua loh, ternyata efektif juga ya..” Bu Risa mengoreksi hasil perkerjaanku dengan muka yang cukup puas.

“B- bu..”

“hmm udah gak sabar ya ?” Bu Risa melirikku dengan pandangan yang penuh hasrat, ia dengan cepat menarik celanaku dan menggulung roket ku ke dalam baju kutungannya sampai pucuknya kelihatan. Wajahnya yang kekanak kanakan dan kulitnya yang begitu indah membuatku lebih bergairah. Ia menaik turunkan buah dadanya yang masih dibalut dengan baju kutungannya.

“Hmpph…” Bu Risa sedikit mendesah saat aku mendorong kepalanya ke ujung pedang ku tetapi tak lama kemudian ia juga mulai menjilati dan menghisapnya. Sensasi ketat dan hangat akibat baju yang masih meliputi buah dadanya dan hangat – hangat basah terasa di ujung tombak ku, dan … crooot cairan putih memancar keluar kedalam mulut Bu Risa. Sebagian sperma yang kukeluarkan menetes jatuh ke buah dadanya dan tidak lama berselang Bu Risa juga menjilatinya dan menelan semua spermaku tanpa bersisa.

Bu Risa berdiri dari posisinya dan melepaskan semua bajunya dan berkata “Ronde kedua boleh dimulai kan ?”

Aku menelan ludahku sekali lagi, putingnya yang berwarna pink terlihat jelas didepan mataku. Bu Risa kemudian mendorongku terlentang dan memasukkan tongkat ku ke dalam liang kemaluannya “Ahh..” desahnya saat pertama kali tongkat ku memasuki vagina-nya. Sensai kencang dan hangat mulai terasa, wajah Bu Risa kini terlihat begitu bahagia. Bu Risa mulai bergerak naik turun layaknya sedang melakukan scot jump diatas tubuhku yang membuat buah dadanya itu naik turun tak terkendali memancing kedua tanganku untuk meremas remasnya.

“ahh — ahh.. gimana .. enak .. kan .. pelajaran mat” desahnya tak beraturan

“i – iya bu !!”

Kami berdua bergerak menuju klimaks kami. Tanganku yang meremas puting dan buah dadanya dipengang juga oleh Bu Risa. “Ahhhh haah ahh ahh..” cairan hangat dapat kurasakan di bawah sana dan layaknya kehabisan energi Bu Risa jatuh ke dalam dekapanku. Tetapi aku tidak akan membiarkannya istirahat. ” Tunggu–” tanpa memperdulikan kata – kata Bu Risa aku bangun dan meletakkan tubuh Bu Risa menhadap kursi dan mendorongnya dari belakang seperti yang dinamakan doggy style.

Erangan dan desahan Bu Risa semakin jelas terdengar saat aku meremas dadanya dari belakang dan memasukkan jari – jariku ke dalam mulut Bu Risa. Croooot “AAAAAAAHHHH” akhirnya cairan putih nan hangat bergelimangan masuk ke dalam vaginanya dan kami berdua jatuh terlentang ke lantai dengan tubuh penuh keringat.

“Haah.. haahh. ah.. jangan lupa besok masih ada les privat loh…”

cerita dewasa, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep

 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

Leave a Comment

 
 




 
 
BOKEP SMA